Bond | A FanFiction
Percy tersedak ludahnya sendiri saat Jason mengatakan hal yang tak diduganya. Beberapa kali ia memukul pelan dadanya untuk meredakan rasa tidak nyaman setelah tersedak. Sedangkan Jason hanya tertawa kecil melihatnya.
“Serius. Aku sangat sangat sangat sangat
menyukaimu, Perseus Jackson,” ucap Jason dengan senyum yang masih menghias
wajah tampannya.
Percy melotot. Bisa-bisanya makhluk
pirang yang duduk di sampingnya ini berkata begitu. “Jangan bercanda, Bung.
Ingat kau sedang bicara dengan siapa. Satu kesalahanmu bisa membuatmu tergulung
ombak Pantai Long Island.”
Jason masih duduk tenang. Tangannya
memainkan pasir pantai yang putih kecoklatan. “Yah, kau tahu. Saat bertemu
denganmu pertama kali aku merasa seperti, ‘Yang benar saja? Ada anak Tiga Besar
yang se-hot ini dan aku baru bertemu dengannya?’ Kau benar-benar berhasil
memikatku, Percy.”
Percy mendengus, “Jangan harap aku akan
merona dengan perkataanmu. Aku tahu benar putra Jupiter tidak pintar
menggombal.”
“Tapi, jika itu untukmu, aku akan
berusaha.”
Percy menatap Jason dengan pandangan
mengejek― tidak serius, tentu saja―. “Oh, ya? Sejauh yang kulihat, kau hanya
berhasil merayu Piper. Itupun karena ia suka padamu lebih dulu.”
Kilat-kilat jahil mata hijau Percy dapat
terlihat oleh Jason. Pemuda bermata biru langit itu buka suara, “Sejauh yang
kulihat, kau tidak benar-benar berhasil merayu Annabeth Chase dan malah kau
sendiri yang terpesona olehnya.”
“Oh, ayolah, Jason. Berhenti
mempermainkanku, oke? Kubiarkan kau menang kali ini. Tapi asal kau tahu, aku
ini lebih hebat darimu dalam urusan cinta,” Percy tersenyum bangga.
“Well, sebenarnya Eros lebih ahli dalam
urusan ini. Dan aku telah mendapat restunya untuk bersamamu. Jadi, malam ini
aku akan mengatakannya padamu. Kupastikan kau tidak akan bisa berkata-kata
setelah mendengarnya,” ucap Jason.
“Baiklah, silakan coba peruntunganmu,
Grace. Dan kita lihat siapa yang akan tertawa nantinya.”
Jason sangat yakin ia melihat ekspresi
Percy yang seolah siap untuk tertawa kapan saja. Tapi ia tetap berusaha untuk
tenang, mengingkari degupan jantungnya yang cepat dan tak beraturan.
“Jadi, Percy. Bagaimana menurutmu? Jika
Pangeran Caspian begitu terikat hanya dengan pandangan Susan, begitu juga
denganku yang begitu terikat dengan matamu.”
Putra Poseidon itu sukses tertawa dengan
sebelah tangan memegangi perutnya. Mendengar Jason mengatakan tentang
pengandaiannya terhadap salah satu karangan Lewis, Narnia, cukup membuat
perutnya tergelitik. Dia tidak mengindahkan tatapan membunuh pemuda pirang di
sampingnya.
Sungguh, Jason tidak menyukai saat sang
Pangeran Laut itu tertawa mengejeknya.
~FIN~
Komentar
Posting Komentar